User manual
Bahasa Indonesia | 57
Bosch Power Tools 1 609 929 T68 | (13.10.09)
a) Pengukuran Pythagoras tunggal
(lihat gambar H)
Tekan tombol untuk mengganti fungsi 3 sekian
kali, sampai pada display tampil simbol untuk
pengukuran Pythagoras yang tunggal .
Seperti pada pengukuran panjang, ukurkan
jarak-jarak „1“ dan „2“ dalam urutan ini.
Perhatikanlah supaya di antara jarak „1“ dan
jarak „E“ yang diukur, terjadi satu sudut siku.
Setelah pengukuran terakhir
rampung, hasil dari jarak
yang diukur „E“ tampil pada
garis hasil pengukuran c.
Nilai-nilai pengukuran satu
per satu tampil pada garis-
garis nilai pengukuran a.
b) Pengukuran Pythagoras ganda
(lihat gambar I)
Tekan tombol untuk mengganti fungsi 3 sekian
kali, sampai pada display tampil simbol untuk
pengukuan Pythagoras yang ganda .
Seperti pada pengukuran panjang, ukurkan
jarak-jarak „1“, „2“ dan „3“ dalam urutan ini.
Perhatikanlah supaya di antara jarak „1“ dan
jarak „E“ yang diukur, terjadi satu sudut siku.
Setelah pengukuran terakhir
rampung, hasil dari jarak
yang diukur „E“ tampil pada
garis hasil pengukuran c.
Nilai-nilai pengukuran satu
per satu tampil pada garis-
garis nilai pengukuran a.
c) Pengukuran Pythagoras kombinasi
(lihat gambar J)
Tekan tombol untuk mengganti fungsi 3 sekian
kali, sampai pada display tampil simbol untuk
pengukuran Pythagoras kombinasi .
Seperti pada pengukuran panjang, ukurkan
jarak-jarak „1“, „2“ dan „3“ dalam urutan ini.
Perhatikanlah supaya di antara jarak „1“ dan
jarak „E“ yang diukur, terjadi satu sudut siku.
Setelah pengukuran terakhir
rampung, hasil dari jarak
yang diukur „E“ tampil pada
garis hasil pengukuran c.
Nilai-nilai pengukuran satu
per satu tampil pada garis-
garis nilai pengukuran a.
d) Pengukuran trapesium (lihat gambar K)
Tekan tombol untuk mengganti fungsi 3 sekian
kali, sampai pada display tampil simbol untuk
pengukuran trapesium .
Seperti pada pengukuran panjang, ukurkan
jarak-jarak „1“, „2“ dan „3“ dalam urutan ini.
Perhatikanlah pada pengukuran jarak „3“,
bahwa pengukuran dimulai persis pada titik
akhir dari jarak „1“ dan di antara jarak „1“ dan
jarak „2“ serta di antara „1“ dan „3“ terbentuk
satu sudut siku.
Setelah pengukuran terakhir
rampung, hasil dari jarak
yang diukur „E“ tampil pada
garis hasil pengukuran c.
Nilai-nilai pengukuran satu
per satu tampil pada garis-
garis nilai pengukuran a.
Pengukuran panjang dengan fungsi delay
Pengukuran panjang dengan fungsi delay cocok
untuk pengukuran di bidang yang sulit dijangkau
atau jika alat pengukur selama pengukuran tidak
boleh digoyangkan.
Untuk pengukuran panjang dengan fungsi delay,
tekan tombol untuk mengganti fungsi 3 sekian
kali, sampai pada display tampil simbol untuk
pengukuran panjang dengan fungsi delay .
Pada garis nilai pengukuran a tampil selang
waktu antara start sampai dimulainya peng-
ukuran. Selang waktu dapat disetelkan dengan
cara menekan tombol plus 6 atau tombol minus
12 antara 1 detik dan 60 detik.
Setelah itu, tekan tombol
untuk pengukuran 7, untuk
menghidupkan sinar laser
dan membidikkan pada titik
target. Tekan tombol untuk
pengukuran 7 sekali lagi,
untuk memulai pengukuran.
Pengukuran dimulai setelah selang waktu yang
disetelkan. Hasil pengukuran tampil pada garis
untuk hasil pengukuran c.
Menambahkan dan mengurangkan hasil-hasil
pengukuran serta pengukuran minimum/maksi-
mum tidak bisa dilakukan pada pengukuran
panjang dengan fungsi delay.
1
2
1
32
1
3
2
1
3
2
OBJ_BUCH-1044-001.book Page 57 Tuesday, October 13, 2009 9:49 AM










